SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMP NEGERI 1 BABAT TOMAN. WEBSITE INI DIBUAT SEBAGAI MEDIA INFORMASI TERKAIT DENGAN KEGIATAN SEKOLAH. SEMOGA BERMANFAAT.

Senin, 18 Januari 2021

Ujian Pendidikan Masa Pandemi


Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah tiba. Dalam situasi pandemi Covid, tahun ajaran baru akan mengambil bentuk mengacu pada keputusan bersama 4 menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran tahun ajaran 2020/2021.

Mengacu pada SKB 4 menteri, di daerah zona Hijau lahir dua periodisasi terkait pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 yaitu periode transisi dan periode normal baru. Tanggal 13 Juli adalah awal masa transisi yang akan berjalan selam dua bulan sampai dengan 13 September 2020

SKB 4 menteri setebal 35 halaman itu adalah rujukan dalam pelaksanaan pembelajaran 2020/2021. Zone Kuning, Oranye dan Merah dilarang melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka dan tetap melakukan belajar daring

Dalam SKB dijelaskan protokol kesehatan yang harus dijalankan dalam proses pembelajarana selama masa pandemi. Tentu saja peritiwa sejak proses belajar luring dihentikan diakhir bulan Maret menjadi pembelajaran dunia pendidikan dalam menyambut tahun pelajaran 2020/2021.

Sejak bulan Maret, proses belajar menemukan bentuk baru. Dalam situasi kekagetan, pembelajaran daring menjadi pilihan. Berbagai media berbasis teknologi dalam pembelajaran muncul. Keadaan ini telah melahirkan kesadaran dan pemahaman yang kemudian sebagi sebuahturning point sehingga kedepan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena bersumber berbagai media.

Dalam suasana kekagetan itu, pembelajaran daring melahirkan beragam respon. Respon yang muncul tidak hanya dari guru bahkan dari orang tua dan para siswa. Tentu saja hal itu lahir karena situasi ketidak siapan akan situasi ini. Banyak pendidik yang masih kurang dekat dengan tekhnolgi menjadi serangan. Sementara itu peserta didik pun tidak terlalu siap dengan realita yang dihadapi sehingga daring di hadapi dengan beragam warna.

Tidak ada yang pernah membayangkan bahwa kenyataan pembelajaran seperti realita hari ini benar-benar akan dijalankan. Setiap rumah adalah sekolah seperti yang dikatakan tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara.Hari ini setiap rumah sebagai sekolah berjalan lebih sistematis akibat dari bencana pandemi Covid 19.

Jadwal pelajaran harus diikuti siswa dengan sistem yang didesain sekolah dengan adopsi dan adaptasi berbasis pada edaran dari lembaga diatasnya. Setiap hari kegiatan belajar berlangsung dengan bentuk kegiatan pilihanbapak ibu guru yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas diri masing-masing guru.

Tidak cukup dengan itu, bahkan pemerintah mendorong lahirnya upaya akses anak terhadap media massa elektronik radio dan TV dengan menyediakan conten pendidikan didalamnya. Semuanya dapat diakses didalam rumah saja.

Ditengah daya upaya menghindari penyebaran Covid 19, situasi pembelajaran jarak jauh (daring) dengan rumah sebagai sekolah mengharuskan guru memilih media-media berbasis teknologi dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajarannya.

Pembelajaran kemudian berjalan dengan menggunakan beraneka ragam media menjadi ramai digunakan. Semuanya memerlukan semangat besar untuk menguasainya sehingga media berbasis tekhnologi tersebut dapat dipergunakan di tengah model pembelajaran hari ini.

Bagi guru hal ini adalah suatu barang baru terkait penggunaannya dalam proses pembelajaran. Karena walau media-media tersebut sudah sangat familiar namun untuk kepentingan pembelajaran sebelumnya tidak terlalu masif dijadikan sebagai media pembelajaran.

Tentu saja hal ini adalah masalah penting yang mengharuskan terlahirnya semangat pantang menyerah, semangat guru yang senantiasa mau untuk mengupgrade diri. Kemendikbud menyediakan berbagai link yang dapat dibuka dan diikuti untuk mendapatkan pengetahuan baru terkait segala hal menyangkut persiapan menghadapai pembelajaran 2020/2021. Beberapa diantaranya adalah kesharlindung dan portal guru berbagi. Bahkan didalam portal guru berbagi jika didikuti maka akan didapatkan bentuk RPP yang dishare oleh banyak guru termasuk RPP satu halaman yang akhir-akhir ini sedang povuler di perkenalkan dalam rangka merdeka belajar.

Dalam keadaan pembelajaran ditengah Covid 19 hari ini, semangat belajar sangat dibutuhkan. Semangat pembelajar yang melahirkan guru pembelajar untuk mengerahkan daya upaya memahami perkembangan dengan kemauan untuk memperbanyak bahan bacaan berbasis literasi digital.

Begitu banyak saluran peningkatan kapasitas diri tersedia dalam bentuk during. Jika semangat peningkatan kapasitas diri lahir, maka guru akan memiliki kemampuan dalam menggunakan media-media berbasis teknologi ditengah pembelajaran daring.

Bentuk media pembelajaran yang dipergunakan dalam kegiatan belajar daring sangat terkait dengan kapasitas diri guru. Disinilah letak ujian bagi kapasitas dan kesadaran akan peningkatan kapasitas itu. Penggunaan aneka bentuk pembelajaran adalah tentang kapasitas, tentang kemampuan dan kemauan.

Melahirkan kemampuan diri dalam suasana belajar di rumah saat ini sangat penting. Memaksimalkan pengetahuan terkait dengan model-model pembelajaran yang menyenangkan bisa diupayakan oleh diri dalam bentuk kemauan belajar online yang banyak tersedia hari ini. Bahkan banyak yang telah di share dalam dunia digital.

Hasil dari kemauan belajar akan melahirkan kemampuan menggunakan media pembelajarana berbasis teknologi. Kemampuan yang dimiliki, selanjutnya membutuhkan kemauan untuk menggunakan pengetahuan itu dalam kegiatan belajar daring hari ini.

Semoga saja terlakhir semangat peningkatan kapasitas diri terus terpupuk dalam diri guru. Demikian juga orang tua semoga senantiasa dapat mengambil perannya dalam mengawasi di dalam lingkungan rumah. Sehingga proses belajar di rumah benar-benar bermakna.

Dengan demikian peristiwa Covid melahirkan hikmah yaitu lahirnya kemampuan guru terkait teknologi yang di masa kemudian selanjutnya menjadi point penting perubahan-perubahan dalam penggunaan dan pilihan media pembelajaran. Dengan demikian akan semakin bervariasi model yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Tantangan bagi sekolah, guru dan orang tua. Tahun pelajaran 2020/2021 hendaknya memperkuat sinergisitas sekolah dan orang tua. Dengan demikian proses belajar dapat melibatkan peserta didik dengan maksimal.

Covid melahirkan hikmah, bukan hanya bagi guru dan lahirnya media variatif dalam proses belajar. Namun juga bagi lembaga pendidikan secara umum. Penyediaan dan melengkapi prasarana sekolah menjadi mungkin karena keharusan menyediakan fasilitas terkait prosedur standar Covid. Bahkan pembenahan lingkungan pun mungkin di munculkan karena keharusan menyediakan sistem sanitasi yang baik. Sehingga sekolah yang asri dan sehat dapat terlahir.

Semuanya akan menjadi modal dalam melahirkan sekolah yang berwawasan wiyatamandala. Sehingga membangun pendidikan Musi Banyuasin Sumsel yang membanggakan dapat diupayakan. Semoga 

Imam Irfa'i, S.Kom.I (Guru Bimbingan Konseling)



0 komentar:

Posting Komentar