SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMP NEGERI 1 BABAT TOMAN. WEBSITE INI DIBUAT SEBAGAI MEDIA INFORMASI TERKAIT DENGAN KEGIATAN SEKOLAH. SEMOGA BERMANFAAT.

Tampilkan postingan dengan label Kesiswaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesiswaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2023

Sosok Iqlima Nadilla Alumni SMPN 1 Babat Toman

 


Iqlima Nadilla Alumni SMP Negeri 1 Babat Toman dan merupakan siswi jurusan IPA dari angkatan ke-12 SMAN Sumatera Selatan. Ia lahir di Desa Lumpatan  2005 yang merupakan putri pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Sulaiman dan Ibu Sabena yang berdomisili di Kabupaten Musi Banyuasin.

Ia juga salah satu anggota Mantaray House yang akrab disapa dengan panggilan Iqlim atau Iqlima.

Walaupun berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, tidak membuat seorang Iqlima menjadi pesimis untuk memiliki impian melanjutkan sekolah menengah atas dengan beasiswa penuh agar dapat meringankan ekonomi keluarga sekaligus menggapai segala impian dan cita-cita yang telah ia susun dan ia targetkan sejak di bangku SMP Negeri 1 Babat Toman.

Sosok Iqlima eks Ketua Umum Rohis SMPN 1 Babat Toman yang memiliki tekad kuat dalam menggapai apa yang ia inginkan pasti akan ia usahakan dengan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan yang ada. Rekam jejak SD Iqlima merupakan siswi yang cukup berprestasi terutama di bidang akademik dibuktikan dengan pencapaian Juara 1 di kelas yang selalu ia pertahankan selama 6 tahun di Sekolah Dasar dan menjadi juara 2 di Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten tahun ajaran 2015/2016.

 Selain itu, di masa SMP Iqlima selalu meraih Juara 3 besar di kelasnya, saat kelas VII ia digabungkan pada kelas khusus (kelas ini dinamakan kelas unggulan) yang merupakan kumpulan siswa-siswi dari berbagai SD di kecamatan Babat Toman yang cerdas dan selalu mendapat juara semasa pendidikan SD di sekolah mereka masing-masing.

Selain prestasi di bidang akademik Iqlima juga memiliki prestasi bidang non-akademik seperti juara 1 lomba hafalan surah juz 30 dan tilawah Al-qur’an. Berkat prestasi akademik dan non-akademik inilah yang membuat dirinya mendapatkan beasiswa penuh di SMAN Sumatera Selatan.

 SMAN Sumatera Selatan sangat mendukung seorang Iqlima untuk mengukir prestasi dengan menyediakan fasilitas terbaik di sekolah. Salah satunya perpustakaan yang lengkap dengan menyediakan berbagai jenis buku dan referensi yang dapat mendukung Iqlima dalam membuat Project OCOI (One Class One Innovation) bidang literasi digital yaitu video.

Sehingga Iqlima bersama rekannya yakni Erika berhasil masuk top 3 besar. Iqlima aktif mengikuti kegiatan dan perlombaan di sekolah maupun luar sekolah sejak duduk di bangku kelas X hingga kelas XII. Prestasi tersebut meliputi Juara 1 OCOI bidang kuliner dengan mengembangkan inovasi produk terbaru yang terbuat dari daun kelor yang dinamakan STIDAKE (Stik Daun Kelor), juara 3 Karya Tulis Ilmiah Physcology fair tingkat Nasional, Juara 1 lomba Yel-yel Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum) tingkat Kabupaten/Kota Sumatera Selatan, ia juga berhasil meraih beberapa prestasi olimpiade tingkat nasional seperti, medali perunggu pada olimpiade Bahasa Inggris oleh Indonesia Student News, medali perunggu olimpiade Geografi oleh FOKSI (Forum Pecinta Kompetisi Sain Indramayu), medali perak olimpiade Sejarah oleh Indonesian Student Training Center, dan medali perunggu olimpiade Numerasi dan Literasi Indonesia (ONLI) oleh POSI.

Selain mengikuti berbagai perlombaan akademik maupun non-akademik, Hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar demi menggapai nilai terbaik di raportnya. Waktu di kelas X ia meraih nilai tertinggi atau biasa disebut Top Achiever di angkatannya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKN, dan Art & Design dan pernah meraih juara 1 di kelasnya.

Menurut Iqlima, dalam mengembangkan kemampuan dengan meraih prestasi saja tidak cukup. Melainkan dirinya juga membutuhkan kemampuan dan pengalaman dalam  kepemimpinan dan kerja sama dalam tim layaknya dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu, ia juga aktif dalam dunia organisasi dalam sekolah maupun luar sekolah. Amanah yang di emban Iqlima

1.       Bendahara Umum ll di organisasi Fornusa (Forum Rohis Nusantara) kota Palembang 2021-2022,

2.      Anggota Koppetaham (Komunitas Pemuda Penggiat HAM) Sumatera Selatan divisi Publikasi dan Dokumentasi 2022-2023,

3.      Ketua Keputrian Romansa (Rohis SMAN Sumatera Selatan) 2021-2022,

4.      Miss House divisi Religious 2021-2022.

 

Pengalaman berorganisasi merupakan pelajaran berharga baginya karena dengan berorganisasi ia dapat memperluas relasi pertemanannya, melatih kepercayaan diri, bertukar pendapat, bekerja sama dalam menyukseskan suatu acara atau program, dan merupakan salah satu cara baginya untuk melatih jiwa sosialnya dengan individu lain.

Quotes yang selalu membuat Iqlima bersemangat menjalani segala aktivitas dengan jadwal padatnya adalah “Believe In Yourself, and Do Your Best” karena dengan percaya pada diri sendiri semuanya akan menjadi menakjubkan sesuai dengan seberapa besar usaha yang kita berikan pada kesempatan tersebut. So, selagi ada kesempatan maka manfaatkanlah kesempatan itu sebaik mungkin dan jangan pernah untuk menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Pesan saya adalah teruslah bersemangat dan mengukir prestasi sampai akhir hayat kalian. Manfaatkanlah waktu dan kesempatan kalian sebaik mungkin, karena waktu tidak dapat diputar ke belakang dan masa-masa SMP juga hanya datang satu kali jadi isilah catatan perjalanan kalian untuk kegiatan yang bermanfaat dan menjadi siswa-siswi yang produktif. Selain itu, belajarlah menjadi seorang pemimpin yang berintegritas, berkarakter, berwawasan global, religious, tangguh, respect satu sama lain, saling mengayomi, supportif, berani dalam keadaan apapun, serta pantang menyerah dan yang paling penting adalah hormati, sayangi, dan tanamkan memori di hati serta pikiran terhadap guru-guru yang telah membimbing, mengayomi, dan mendidik kalian karena sebetulnya mereka juga orang yang sangat berharga dalam hidup kalian. Adanya kehadiran mereka dalam kehidupan kalianlah yang akan membawa kalian menuju kesuksesan yang sesungguhnya.

Tetap semangat adik-adik and good luck for your dream!

 

Rabu, 08 Februari 2017

UPACARA HARI SENIN SMP NEGRI 1 BABAT TOMAN SEMAKIN BAIK,RAPI DAN HIKMAT



Upacara Bendera di SMP Negeri 1 Babat Toman berjalan dengan tertib, Ibu Herlina, S.Pd bertindak sebagai Pembina Upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang bertempat di halaman SMP Negeri 1 Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Senin kemarin (06/02).
Upacara pengibaran bendera merah putih merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh segenap komponen yang ada SMP Negeri 1 Babat Toman, mulai dari Kepala Sekolah, Dewan Guru, staf TU, PHL dan serta murid-murid SMP Negeri 1 Babat Toman yang dilaksanakan setiap hari Senin pagi.
Muri S.Pd, M.Si selaku Kepala SMP Negeri 1 Babat Toman saat memberikan pengarahan mengatakan "Kepada petugas upacara harus selalu siap dan sudah ada di lapangan 15 menit sebelum upacara dimulai, upacara hari ini cukup baik, kalian mesti pahami bahwa gunanya latihan upacara itu untuk memperbaiki jika ada kesalahan pada saat upacara berlangsung" Ujarnya.
"Oleh sebab itu kita punya Ekstra Paskib yang dikomandoi langsung Pak Ade Saputra, S. Pd, pak Ade juga pelatih Paskib  SMAN 1 Babat Toman khusus untuk melatih para petugas upacara, alhamdulilah semakin hari semakin baik dalam melaksanakan pengibaran bendera ini" Tambahnya.
"Selain itu juga saya berpesan kepada anak-anakku sekalian atribut seperti dasi atau sepatu harus hitam juga lebih diperhatikan dan lengkap pada saat hari senin. Oleh sebab itu, melalui upacara bendera pula para pelajar berlatih bagaimana untuk selalu berpenampilan rapi" Pungkasnya.(Tim Kreatif)

Kamis, 26 Januari 2017

DISIPLIN TOLAK UKUR KEBERHASILAN

Goresan Pena
Oleh Kepala SMP Negeri 1 Babat Toman Muri, S. Pd, M.Si

Tim Kreatif – Kedisiplinan merupakan sifat yang seharusnya sudah dimiliki oleh seluruh pelajar. Program kedisiplinan ini diakui menjadi patokan bagi SMPN 1 Babat Toman dalam membentuk siswa yang lebih baik dan memilki kepribadian yang unggul. Dalam penerapan disiplin, pihak sekolah menerapkan ini ke semua siswa tanpa pandang bulu dan semua dianggap mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
Salah satu keberhasilan dalam proses belajar yang dilakukan oleh siswa adalah munculnya sikap disiplin pada diri seorang siswa. Disiplin merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan  nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar ada orang yang mengatakan bahwa bahwa si A adalah orang yang memiliki kedisiplinan tinggi, Si B orang yang kurang disiplin, sedangkan si C orang yang tidak disiplin dan sebagainya. Itu semua merupakan bentuk penilaian seseorang terhadap orang lain. Dan terkadang kita juga dengan mudah menilai orang lain, apakah dia tergolong orang yang disiplin atau tidak disiplin. Dengan demikian, Disiplin merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar tidak melanggar peraturan yang berlaku.
Kedisiplinan pada diri seseorang mudah terlihat, baik pada lingkungan keluarga, masyarakat maupun lebih khusus lagi pada lingkungan sekolah dimana banyaknya pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan oleh siswa-siswa yang kurang disiplin. Hal ini karena, dalam mengikuti kegiatan belajar disekolah  tentunya setiap siswa tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, dapat disebut dengan tata tertib sekolah atau disiplin sekolah. Dengan demikian, disiplin sekolah merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Misalnya, aturan berpakaian bagi siswa, datang tepat waktu, etika dalam belajar bagi siswa dan sebagainya.
Dalam menerapkan kedisiplinan terkadang dilingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya di lingkungan sekolah, terkadang diterapkan pula dengan pemberian hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari perilaku tidak disiplin atau pelanggaran terhadap aturan. Walaupun, kadangkala peberian hukuman (sanksi) menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik dan kesalahan perlakuan psikologis. Karena itu, bagi sekolah terutama guru harus memahami tujuan diterapkanya penegakan disiplin di lingkungan sekolah. Menurut Maman Rachman tujuan disiplin sekolah adalah: memberi dukungan bagi siswa agar terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, mendorong siswa untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar, membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhkan siswa dari hal-hal yang dilarang sekolah, menuntun siswa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dan bermanfaat baginya dan lingkungannya.
Secara umum tujuan disiplin sekolah adalah agar terciptanya keamanan, kenyamanan dan lingkungan belajar yang tenang terutama di kelas. Sebab, Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai hasil belajar yang baik. Dalam menerapkan disiplin terutama dalam lingkungan sekolah, ada dua jenis disiplin  yang harus dikembangkan terutama dilingkungan sekolah, yaitu: Pertama, Disiplin preventif, yakni upaya yang dilakukan untuk menggerakkan siswa dalam mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa diharapkan berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang berlaku. Kedua, Disiplin korektif, yakni upaya yang dilakukan untuk mengarahkan siswa agar tetap mematuhi peraturan. Hal ini dimaksudkan, agar bagi yang melanggar peraturan sekolah diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.
Seorang guru dituntut harus memberikan contoh atau teladan  yang baik kepada siswanya. sebab, Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan guru yang dilihat dan didengar oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubari siswa dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Karena itu, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan guru dalam menanamkan sikap disiplin, di antaranya adalah: Pertama, guru harus dapat menjadi contoh teladan dalam berdisiplin. Misalnya, guru harus datang tepat waktu. Sebab jika guru tidak datang tepat waktu, jangan diharapkan siswa akan memiliki sikap disiplin dan datang tepat pada waktunya. Karena itu, guru harus menghindari kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas, apalagi jarang hadir dalam kelas. Kedua, guru diharapkan secara konsisten terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil yang terbaik, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan yang diberikan oleh guru. Ketiga, guru dan sekolah menerapkan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar siswa.

Dari tiga cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan disiplin pada diri siswa, maka guru sebagai pendidik dilingkungan sekolah harus senantiasa dapat menjadi contoh teladan bagi siswanya, yaitu dapat menampilkan perilaku disiplin.

SEKOLAH SEHAT MENUJU TRANSFORMASI SMPN 1 MODEL BABAT TOMAN

“Satukan langkah menggapai cita, usaha kesehatan sekolah , kebersihan diri dan lingkungan dijaga, buang segala sampah pada tempatnya, berolahraga dengan teratur, berbadan sehat dan berbudi luhur, demi menatap masa depan bangsa, gerakan uks sepanjang masa, triprogram uks jadilah menang “ itulah sepenggal lagu mars uks (usaha kesehatan sekolah ).

MAU TAU SEKOLAH SEHAT ITU APA?
Sekolah sehat adalah sekolah yang berhasil membantu siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan, definisi lainnya adalah sekolah yang bersih, hijau, indah, dan rindang, peserta didiknya sehat serta berperilaku hidup bersih dan sehat.
LATAR BELAKANG SEKOLAH SEHAT
Sekolah sebagai tempat belajar tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat. Tapi juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik. “lingkungan sekolah sehat tentu akan mendukung mencapai tujuan pendidikan” untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakannya lomba sekolah sehat.
KRITERIA SEKOLAH SEHAT
Program pendidikan dan pelayanan kesehatan; Makan sehat; Pendidikan olahraga; Pendidikan mental; Program lingkungan sekolah sehat dan aman.
MANFAAT SEKOLAH SEHAT
1.terciptanya sekolah yang bersih dan sehat
2. menjadi percontohan sekolah lain.
3. meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdampak kepada prestasi belajar peserta didik.
SYARAT SYARAT SEKOLAH SEHAT
1. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
2. Membuang sampah pada temapatnya
3. Jajan dikantin sekolah yang sehat.
4. Mengikuti kegiatan olahraga disekolah.
5. Menjaga kebersihan toilet.
6. Menjaga kebersihan sekolah.
7. Pepohonan yang rindang.
8. Tempat pembuangan sampah (organik & anorganik)
SOLUSI AGAR MENJADI SEKOLAH YANG SEHAT
Seluruh siswa harus membiasakan diri menjadi siswa yang rapih dan sehat. Rapih pun bukan hanya didiri masing-masing tetapi lingkungan yang mereka tempati harus rapih pula. Dan siswa-siswi harus membiasakan diri cuci tangan sebelum makan dan jajan ditempat yang sehat pula.
Vitamin Ruhiyah Pagi oleh Kepala SMP Negeri 1 Babat Toman Bpk. Muri, S. Pd, M.Si 

Rabu, 25 Januari 2017

YASINAN DAN SHALAWATAN RUTINITAS SETIAP JUM'AT DI SMP NEGERI 1 BABAT TOMAN MENUJU TRANSFORMASI SEKOLAH MODEL


ADA yang berbeda saat menyambangi SMP Negeri 1 Babat Toman pada pagi Jumat. Para siswa-siswi, terlihat kusyuk membaca ayat per ayat dari Surat Yaasin dan Shalawatan secara bersamaan dilapangan, tapi gak itu saja, setiap hari senin sampai kamis ada jadwal shlat berjama’ah perkelas, yaitu Shalat sunnah Dhuha dan shalat wajib Zuhur.
“Kegiatan ini (membaca) Yasin pada pagi Jumat di halaman sekolah sebelum proses belajar mengajar, sudah menjadi kegiatan rutin di sekolah ini,” Kepala SMP Negeri 1 Babat Toman Bpk. Muri, S. Pd, M.Si, kepada Tim Kreatif  .
Kegiatan ini, kata Kepala SMP Negeri 1 Babat Toman Muri, S. Pd, M.Si sebagai bagian dari komitmen pihak sekolah untuk membentuk generasi berkualitas, yang menguasai ilmu (umum) dengan basis agama yang kuat. Para siswa SMP Negeri 1 Babat Toman ini memang dididik untuk disiplin pada setiap kegiatan di sekolah mereka.
Banyak sekali prestasi-prestasi sekolah ini, sebagai contoh prestasi  Juara 1 UKS se kabupaten, Juara umum Band kabpten tingkat Smp dll, yang tidak kalah saing  ada siswi yang bernama Della Finanda masuk kesoklah SMAN SumSel. Waktu itu pada masa Bpk. Drs. Mashud, M.Si dan sekarang tinggal meneruskan perjuangan itu untuk lebih baik, tiada hari tanpa membenah diri.
 “Sehingga setiap tahun jumlah pelamar selalu membludak, jumlah pelamar di sekolah kita mencapai 800 orang. Namun, karena kita tak manampung semuanya, kapasitas bangku kita hanya bisa menampung 600 siswa,” kata Muri,.
Menurut kepala sekolah, pihaknya sekarang sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sehingga sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah model di Musi Banyuasin. Sekarang sudah 80 persen tenaga pengajar yang menggunakan laptop, memanfaatkn Leb IPA , Leb Bahasa dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, di sekolah juga telah disediakan layanan internet untuk mendukung para guru dan siswa mencari bahan pelajaran, kemudian pustakan yang menyediakan sekitar 4.000 judul buku.
Sementara, Ketua Tim Penjamin Mutu Pendidikan, Nurhuda, S. Pd, M.M mengatakan, “optimis akan mensukseskan program tersebut. Pasalnya, ia menilai SMP Negeri 1 Babat Toman memiliki banyak prestasi yang memnuhi syarat pendirian Sekolah Model. Namun ia tidak menampik jika sejumlah faktor di sekolah tersebut masih membutuhkan perbaikan yang lebih baik. “Ada beberpa faktor yang dapat diperbaiki untuk menujang pembentukan Sekolah Model di SMP Negeri 1 Babat Toman, diantaranya mpemanfaatan teknologi yang maksimal serta Mutu dan kualitas pendidikan berbasis daerah,” ungkapnya. (Tim Kratif)
Tim Penjamin Mutu Pendidikan SMP Negeri 1 Babat Toman
1.       Muri, S. Pd, M.Si : Penanggung Jawab Kegiatan
2.       Nurhuda, S. Pd, MM       : Ketua
3.       Imam Irfa’i, S. Kom. I      : Wakil Ketua
4.       Ruziah, S. Ag                      : Sekretaris
5.       Suriana, S. Pd                      : Anggota
6.       Abas, S. Pd                          : Anggota
7.       Herlina                                  : Anggota
8.       Azhari, B.Sc                         : Anggota

 

Selasa, 17 Januari 2017

MEMAKNAI DISIPLIN WAKTU

OLEH: MURI, S. Pd, M.Si (Kepala SMPN 1 Babat Toman)

SMP Negeri 1 babat toman sellu berbenah diri untuk ketertipan siswa/i, agar siswa terbiasa dengan kedisiplinan. disamping itu kedisiplinan siswa sangat penting untuk kemajuan sekolah . Sekolah yang tertib akan menciptakan proses pembelajaran yang baik. Namun sebaliknya, di sekolah yang kurang tertib kondisinya akan jauh berbeda dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Meingkatkan kedisiplinan terhadap siswa sangat penting dilakukan oleh sekolah, mengingat sekolah merupakan tempat generasi penerus bangsa. Salah satu faktor yang membantu para siswa meraih sukses dimasa depan yaitu dengan kedisiplinan.  Para siswa dalam melakukan kegiatan belajar disekolah tidak terlepas dari berbagi peraturan dan tata tertib yang telah diberlakukan disekolahnya, dan setiap siswa harus berprilaku sesuai dengan tata tertib yang telah ada disekolahnya.

Disiplin merupakan suatu kondisi yang terbentuk dari proses dan serangkaian perilaku yang menunjukan nilai ketaatan, kepatuhan, dan ketertiban. Dengan adanya kedisiplinan di sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman dan tentram di dalam kelas. Siswa yang disiplin yaitu siswa yang biasanya hadir tepat waktu, taat terhadap semua perturan yang diterapkan disekolah, serta berprilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Mengenai disiplin siswa, tidak bisa terlepas dari persoalan perilaku negatif pada siswa tersebut, yang pada saat ini semakin memprihatinkan. Banyak tindakan negatif yang dilakukan oleh para siswa di sekolah dari bolos, tawuran atau berkelahi, mencuri, merokok, dan pelangaran-pelangaran yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa disekolah antar lain:

1. Anak

Agar disiplin dilingkungan keluarga dapat berjalan dengan baik , maka sangat diharapkan kerjasama antara semua anggota keluarga yang ada dirumah tersebut. Diharapkan juga kesadaran anak itu sendiri dalam upaya membina kedisiplinan.

2. Hukuman

Hukuman merupakan salah satu upaya untuk mempengaruhi perilaku seseorang. Apabila anak tersebut berbuat suatu pelanggaran atau melakukan tindakan yang tidak baik dan tidak ada teguran dari orang tua, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang tidak baik bagi anak itu sendiri.

3. Lingkungan

faktor lingkungan merupakan faktor yang tidak kalah penting  dan sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Apabila lingkunganya baik, maka akan berdampak terhadap perbuatan yang baik dan positif dan begitu juga sebalinya.

Agar dapat tercipta sikap disiplin siswa yang diharpakan, maka ketiga lingkungan tersebut harus saling membantu, menolong, dan kejasama, karena masalah pendidikan itu sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, guru atau sekolah, orant tua atau keluarga, dan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar.

Jadi dapat saya simpulkan Dengan adanya kedisiplinan di sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman Sehingga siswa mampu memahami bahwa nilai disiplin itu bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri, melainkan demi tujuan lain yang lebih luas, yaitu demi stabilitas dan kedamaian hidup bersama